Tampilkan postingan dengan label Analisis. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Analisis. Tampilkan semua postingan
DASAR ANALISA TEHNIKAL
Prinsip-prinsip di dalam Analisis Tehnikal bermula dari pengamatan di pasar
finansial selama beberapa ratus tahun yang lalu. Petunjuk tertua tentang Analisis
Tehnikal didapat dari catatan Joseph de la Vega saat mengamati pasar
financial Di Belanda pada abad ke 17. Di Asia contoh Analisis Tehnikal tertua
dapat dilihat dari Candlestick, yang berawal dan dikembangkan oleh
Homma Munehisa pada awal abad ke 18. Analisis Tehnikal modern berpijak
pada Dow Theory, yang dibuat berdasarkan
tulisan Charles Dow. Tulisan-tulisannya tersebut menjadi inspirasi
penggunaan dan pengembangan Analisis Tehnikal mulai dari akhir abad ke 19. Ahli
Analisis Tehnikal yang lain adalah Ralph Nelson Elliot dan Williem
Delbert Gann yang mengembangkan tehniknya sendiri pada awal abad ke 20.
![]() |
| Charles Dow -an American journalist who co-founded Dow Jones & Company with Edward Jones and Charles Bergstresser. (Photo credit: Wikipedia) |
Analisis Tehnikal modern berkembang dari prinsip-prinsip tertentu yang berlaku
secara umum. Prinsip-prinsip ini berasal dari Dow Theory. Di
Tahun 1897, Charles Dow mengembangkan dua market averages (
semacam indeks saham ), yaitu " Industrial Average " yang memiliki 12
saham blue-chip dan " Railroad Average " yang terdiri dari 20
perusahaan kereta api. Sekarang keduanya dikenal sebagai Dow Jones
Industrial Average dan Dow Jones Transportation Average.
Dow Theory awalnya hanya digunakan sebagai barometer untuk
mengetahui kondisi bisnis secara umum, tidak digunakan untuk memprediksi
harga saham. Namun sekarang menjadi prinsip umum yang diyakini oleh
para analis tehnikal modern. Dan akhirnya pengembangan Analisis
Tehnikal masa kini menggunakan teori ini sebagai dasar.
Dow Theory memiliki 6 asumsi penting yaitu :
1. Market Action Discounts Everything.
Harga saham merefleksikan semua informasi yang ada padanya.
Dan ketika ada
informasi baru, pelaku pasar dengan cepat menerjemahkan informasi dalam bentuk
penyesuaian harga. Dengan demikian secara umum, pasar mendiskon dan
merefleksikan semua informasi yg dimiliki oleh para pelaku pasar.
2. The Market Is Comprised of Three Trends.
Ada 3 trends yang berlaku di pasar, yaitu Primary Trend,
Secondary Trend dan Minor Trend. Di dalam Primary Trend, pasar
bisa bergerak naik (bullish) atau turun (bearish) dan biasanya berlangsung lebih
dari 1 tahun sampai beberapa tahun. Secondary Trend adalah
koreksi terhadap Primary Trend, dan biasa berlangsung
selama 1 sampai 3 bulan. Dan Minor Trend adalah pergerakan harga dakam
jangka pendek yang berlangsung dalam 1 hari sampai 3 minggu. Secondary
Trend dapat dibilang terdiri dari beberapa Minor Trend. Dow Theory
mengatakan bahwa Primary Trend dan Secondary Trend tidak bisa
dimanipulasi. Tetapi Minor Trend memiliki kemungkinan
dimanipulasi (misalnya harga digerakkan oleh institusi besar),
karena itu Minor Trend bisa memberikan petunjuk yang
salah.
3. Primary Trends Have Three phases.
Dow Theory mengatakan bahwa Primary Trend mempunyai 3
fase. Fase pertama terjadi saat investor tertentu melakukan
pembelian secara masif untuk mengantisipasi pemulihan ekonomi dan
pertumbuhan jangka panjang. Kebanyakan investor masih merasakan fase
ini sebagai muram. Hanya investor tertentu yang melakukan pembelian karena
memiliki keyakinan tersendiri. Fase kedua ditandai
dengan meningkatnya pendapatan perusahaan dan meningkatnya kondisi ekonomi,
investor mulai mengakumulasi saham. Fase ketiga ditandai
dengan pendapatan perusahaan yang mencapai puncak dan kondisi ekonomi makro yang
sangat baik, investor retail mulai merasa aman untuk berpartisipasi
dalam investasi saham. Mereka yakin bahwa saham akan bisa tumbuh lebih tinggi,
sehingga mereka membeli lebih banyak saham. Saat itu terjadi
eforia saham, dimana investor publik membeli saham jauh lebih
banyak lagi. Dan di fase ini, investor yang melakukan pembelian saham di
fase pertama mulai menjual sahamnya untuk mengantisipasi
penurunan harga sahamnya.
4. The Averages Must Confirm Each Other.
Harga indeks saham ( Industrial Average dan Transportation
Average ) harus saling mengkonfirmasi supaya trend yang
valid terjadi. Kedua average harus melebihi puncak
Secondary Trend sebelumnya, supaya trend bisa
dikonfirmasi.
5. The Volume Confirms the Trend.
Dow Theory terfokus pada pergerakan harga. Volume hanya digunakan
untuk mengkonfirmasi situasi yang tidak pasti. Volume harus meningkat
sesuai pergerakan Primary Trend. Jika Primary Trend bersifat turun,
volume harus meningkat saat pasar jatuh. Dan
sebaliknya jika Primary Trend bersifat naik, maka volume harus
meningkat saat pasar bergerak naik.
6. A Trend Remains Intact Until It Gives A Definite Reversal Signal.
Uptrend ditunjukkan oleh serangkaian pergerakan harga yang berhasil
mencapai puncak lebih tinggi. Dan supaya terjadi pembalikan
arah, maka harga harus setidaknya gagal mencapai kembali puncak
yang sudah terjadi sebelumnya ( terbentuk lower high ), lalu terjadi
penurunan yang lebih dalam dari koreksi sebelumnya ( terbentuk
lower low ). Ketika pembalikan arah di Primary Trend ditunjukkan
bersama-sama oleh Industrial Average dan Transportation Average, kemungkinan
terjadinya pembalikan arah dan berlanjut ke trend tersebut
semakin besar. Bagaimanapun, jika semakin lama
suatu trend berlangsung, maka kemungkinan trend tersebut berlanjut semakin
kecil.
Prinsip-prinsip didalam Dow Theory diatas memang
awalnya diperuntukkan ke pasar saham. Tetapi secara umum dapat diaplikasikan ke
instrumen financial yang lain. Dapat disimpulkan bahwa Analis Tehnikal
meyakini bahwa harga bergerak dalam pola tertentu, sehingga
dapat dipergunakan untuk memprediksi pergerakan harga berikutnya.
Dan selalu ada yang pro dan kontra, maka ada yang berpendapat bahwa
pergerakan harga instrumen finansial tidak mengikuti pola
tertentu. Pendapat ini dianut oleh Random Walk Theory. Menurut
ahli yang mendukung pendapat ini, bahwa harga bergerak tanpa dapat
diprediksi. Sehingga
memprediksi suatu pergerakan harga instrumen finansial merupakan suatu kegiatan
yang sia-sia .
Referensi dari Buku :
Japanese Candlestick Charting Techniques, second edition, Steve Nison
Forex Shockwave Analysis, James L.Bickford
Forex Wave Theory, James L.Bickford
Sekian.
MOH EFFENDI__TRADER DI MAXCO FUTURES.
Analisis Gold Dan Silver Minggu Ini - 28.07 - 01.08__2014
Analisis Emas Dan Silver Minggu Ini 28.07 – 01.08_2014
Argumen untuk harga yang lebih
rendah
- 3-tahun downtrend: Keseluruhan Emas masih dalam kecenderungan untuk turun. Resistance US $ 1,525.00 tetap level kuat. Emas akan membutuhkan lebih banyak waktu untuk menerobos resistance kuat ini. Hanya pergerakan di atas US $ 1,390.00 dan terutama di US $ 1,430.00 bisa menunjukkan bahwa tren jangka menengah dan panjang memang telah berubah.
- Emas Bulanan: sinyal jual MACD aktif sejak November 2011. Sepertinya MACD bisa menciptakan sinyal beli dalam 1-2 bulan ke depan. RSI masih di bawah 50 dan di wilayah bearish market.
- Emas Mingguan: Emas gagal mencapai garis downtrend-line pola triangle sekitar US $ 1,365.00. MACD mixed, sementara stochastic berada dalam area sell signal. Emas terus bergerak sideways dan berlanjut dalam area triangle. Tidak ada atau belum ada indikasi bullish. Grafik pada dasarnya tetap netral.
- Emas Harian: Pada time frame ini, emas memiliki potensi sell off yang besar dari level US $ 1,346.80 dua pekan lalu. Trend jangka pendek dalam posisi menurun dalam pola whipsaw. MACD sinyal jual telah aktif.
- GLD: Masih memiliki celah terbuka di sekitar $ 122,70 yang perlu diisi. Hal ini bertepatan dengan pergerakan Emas yang terkoreksi kembali di sekitar US $ 1,280.00.
- Saham Emas: HUI memiliki celah terbuka untuk ditutup di sekitar 227 poin. Sentimen Bugs Emas jangka pendek telah mereda dalam beberapa hari terakhir tapi masih berada stabil di tingkat optimisme sedikit ekstrem (70%). Serta sinyal sell MACD & Stochastic yang masih aktif.
- CoT-Data: posisi short Komersial di Comex Emas Berjangka melonjak hingga 156.906 kontrak pada pekan lalu dan berada di sekitar level ini. Meskipun masih pada tingkat yang rendah dibandingkan dengan pergerakan lain selama bullish market ini tidak terlihat. Banyak perusahaan pertambangan telah meningkatkan posisi hedging mereka karena keadaan bisnis yang sulit, harga emas rendah dan biaya produksi yang tinggi. Ini merupakan perkembangan penting untuk melihat perubahan di masa depan. Perkiraan bullish pada Perak telah berada di level tertinggi dalam lebih dari tiga tahun.
- Permintaan fisik: Impor emas China melalui Hong Kong mencapai titik terendah dalam 17-bulan pada bulan Juni ini. Permintaan emas China mengalami penurunan sebesar 20% dalam enam bulan pertama 2014, sementara pada saat yang sama produksi emas China meningkat sebesar 9%.
- US-Dollar: Dolar tampaknya akan melewati keluar dari pola bottoming. Dolar yang menguat akan menjadi tekanan pada logam mulia.
- Pasar saham: Rasio pasar uang pada perdagangan ritel berada pada tingkat terendah sejak hampir 20 tahun menunjukkan bahwa investor berkomitmen penuh untuk pasar. Analisis yang sama berlaku untuk Pasar Uang. Ketika pedagang begitu optimis dan percaya diri bahwa aset pasar uang mencapai kurang dari 40% dari total aset, maka biasanya itu bertepatan dengan posisi level puncak di pasar.
- Kesimpulannya adalah bahwa ancaman deflasi mungkin semakin meninggi yang tidak akan baik untuk logam mulia di Awal. Hanya setelah gubernur bank sentral mulai membanjiri pasar dengan likuiditas yang berlebih, maka sektor logam mulia akan terdongkrak.
- Baltic Dry Index: pada tingkat terendah sejak 1986.
Argumen untuk harga yang lebih
tinggi
- Higher Low: Uptrend sejak awal tahun masih berlaku. Koreksi selama musim semi tidak mencapai posisi terendah baru di bawah Desember lalu di US $ 1,180.00. Sebaliknya Emas berbalik lebih tinggi dari level US $ 1,240.20. Hal ini sangat positif karena kita sekarang memiliki serangkaian higher lows. Pasar akan segera ingin mencari tahu apakah bisa mencapai posisi lebih rendah dari posisi tertinggi di US $ 1,395.00 (dari Bulan Maret) masih berlaku.
- Emas Bulanan log-Chart: jangka panjang trend-line masih utuh dan sekarang disekitar US $ 1,255.00. Setiap langkah di bawah level US $ 1,250.00 rasanya belum mungkin karena akan berarti akhir dari bullish market sekunder ini. Serta MACD pada posisi menciptakan sinyal beli jangka panjang yang kuat.
- Emas Mingguan: Sejak Mei 2013 Emas bergerak sideways antara US $ 1,180.00 dan US $ 1,434.00. Pola triangle (garis biru) sudah saatnya harus break dalam 1-3 bulan ke depan. Resistance di US $ 1,360.00 dan support yang solid sekitar US $ 1,265.00. Indikator Parabolic SAR tetap dalam mode membeli. Bollinger Band Mingguan di US $ 1,248.11 adalah dukungan yang kuat juga.
- Emas Harian: Emas memantul ke 200-MA (US $ 1.286,95) dan 50-MA (US $ 1,293.97). Kedua moving average menawarkan dukungan yang baik dan pada dasarnya berjalan ke samping. Slow Stochastic oversold sementara RSI telah dinetralisir dalam dua minggu terakhir. Sell off besar dua minggu lalu tidak menyebabkan keberlanjutan. Kita juga mencatat bahwa semua pembicaraan mengenai Bearish Gold, tidak membuat kemajuan apapun sejak lebih dari satu tahun!
- Emas / Silver Ratio: Saat ini Silver di 62,92. Silver terus menjadi lebih kuat dari emas. Rasio ini adalah konsolidasi sejak awal Juli dan nyaris tidak menyentuh garis uptrend-line penting. Setiap pergerakan dekat posisi bawah 61.50, akan mengkonfirmasi reli baru di sektor logam mulia. Jangka pendek terlihat seperti itu dan bisa terus dalam keadaan konsolidasi sekitar 200-MA (63,38).
- Inflasi: US-Inflasi sebesar 2,1% yang mengarah ke tingkat bunga riil 10 tahun sebesar 0.25 %. Dengan banyak risiko geopolitik di negara-negara penghasil energi, harga minyak dan gas dengan cepat bisa mendorong tingkat inflasi yang lebih tinggi. Segera setelah suku bunga riil menjadi negatif lagi Emas dan Perak terutama akan mulai meroket.
- Musiman: Waktu terbaik tahun ini mulai sekarang. Setelah 3 tahun dengan koreksi berat di musim gugur saya pikir tahun ini kita bisa melihat reli berkelanjutan sampai ke Desember. Secara statistik bulan terbaik tahun ini adalah Agustus, September dan November.
- Euro Cot-Data: Telah membangun posisi Beli besar-besaran. Sentimen dekat dengan pesimisme yang berlebihan. Oleh karena itu saya tidak mengharapkan Euro pada posisi crash meskipun grafik tidak terlihat sangat baik. Sebaliknya kalau dikombinasikan dengan frame tahunan, maka pergerakan positif Euro bisa mengejutkan dalam beberapa bulan mendatang. Melemahnya US-Dollar harus mengangkat logam mulia.
Kesimpulan
- Seperti biasa banyak data dan banyak temuan yang kontradiktif untuk dicerna. Ini adalah hasil dari psikologi massa, struktur pasar yang kompleks dan aliran tidak pernah berakhir dari perkembangan baru.
- Analisis terakhir sebagian besar para analis telah cukup akurat dengan puncak Emas di US $ 1,346.80. Empat minggu yang lalu banyak analis juga mengatakan kita harus melihat posisi rendah musim panas sekitar US $ 1.270,00-US $ 1,280.00. Sejauh ini terendah datang Kamis lalu di US $ 1,286.95. Pada Jumat, Emas pulih kembali ke US $ 1,308.50.
- Karena pembacaan sentimen jangka pendek yang sangat sulit, para analis berpikir emas harus memiliki hari yang kuat beberapa minggu kedepan. Sebuah retest terhadap US $ 1,315.00 dan US $ 1,330.00 bahkan sangat mungkin. Tapi para analis masih ragu bahwa koreksi ini sudah dilakukan. Sebaliknya para analis ingin melihat HUI akan menutup celah terbuka yang belum terisi.
-
- Dua minggu terakhir telah cukup mirip dengan periode musim panas tahun lalu. Waktu itu Emas telah bergerak dan whipsawing sekitar level US $ 1,300.00 selama sekitar tiga minggu sebelum final sell-off membawanya ke US $ 1,273.00. Persis dari level tersebut, emas bullish menuju US $ 1,434.00 dimulai.
- Saya tidak melihat Emas jatuh di bawah US $ 1,250.00. Hanya jika saham-pasar yang meroket, ini bisa menjadi suatu kemungkinan. Karena kekuatan baru dalam saham China ini sangat tidak mungkin pada saat ini.
- Pedagang jenis swing perlu bersabar dan menghindari perdagangan dalam lingkungan whipsaw ini. Scalping dengan buy limit order antara US $ 1,281.00 dan US $ 1,265.00 bisa menjadi resep menjanjikan. Stoploss harus ditempatkan di bawah US $ 1,240.00.
- Investor dengan perspektif jangka panjang harus membeli minggu ini di bawah US $ 1,300.00. Mereka harus terus menumpuk emas fisik di bawah US $ 1,285.00 dan Silver fisik di bawah US $ 20,20.
Jangka Panjang
- Tidak ada yang berubah
- Pasar Logam Mulia bullish berlanjut dan bergerak langkah demi langkah lebih dekat ke fase akhir parabola (bisa dimulai pada musim panas 2014 & berlangsung selama 2-3 tahun atau bahkan lebih)
- Target harga DowJones / Gold Ratio ca. 01:01
- Target harga emas / silver Rasio ca. 10:01.
Analisis Fundamental Terhadap Gold
Analisis Fundamental Dan Dampak Terhadap Harga Gold.
=======================================
10 Oktober 2013.
Tahun 2013 masih menjadi tantangan bagi ekonomi dunia. IMF (Dana Moneter International) masih melontarkan nada pesimistis terhadap pertumbuhan ekonomi dunia. IMF memprediksi pertumbuhan ekonomi global di tahun 2013 dan 2014 akan lebih lambat dibandingkan dengan estimasi awal. Yang menjadi penyebabnya adalah drama perdebatan politik Amerika yang memicu terjadinya penghentian operasional
negara atau shutdown dan bisa berujung pada gagal bayar. Maka IMF memangkas pertumbuhan ekonomi dunia di tahun 2013 menjadi 2,9 % dari sebelumnya 3,2 %. Faktor lain yang memicu perlambatan ekonomi dunia yakni kelesuan Di Emerging Markets. IMF juga memotong pertumbuhan ekonomi dunia di tahun 2014
menjadi 3,6 % dari 3,8 %. IMF berkata : " Ekonomi global masih lemah. Ada banyak ketidakpastian yang berpotensi menghambat pertumbuhan ". IMF juga memprediksikan, ada faktor lain yang akan mempengaruhi
perekonomian global adalah pemulihan ekonomi AS dan zona Euro dan ekonomi Jepang positif karena dampak dari resep Abenomics. Nasib ekonomi AS makin hari kian mencemaskan. Bukan cuma AS,
pemerintah Jepang dan China juga ikut cemas mendekati batas akhir Debt Ceiling pada 17 Oktober, karena kedua negara adidaya asia ini merupakan pemegang surat utang AS terbesar, hingga mencapai US$2,4Triliun. Menteri keuangan Jepang mengatakan, pihaknya bersiap mengantisipasi andaikan AS mengalami gagal bayar atau Default. "Jepang menyadari bahwa nilai dari kepemilikan surat utang AS akan menurun jika default". kata Aso. Aso juga menambahkan, akan memasukan isu gagal bayar AS sebagai
agenda pertemuan G 20, pada 10-11 Oktober mendatang. Wakil Menteri Keuangan China, Zhu Guangyao mendesak parlemen AS agar menghindari perdebatan politik untuk mencegah gagal bayar. China memegang surat utang AS sebesar US$ 1,28 Triliun per akhir Juli kemarin. China menyalip posisi Jepang sebagai
pemegang surat utang AS terbesar pada september 2008. Aset China pada surat utang AS tersebut naik drastis sebesar 107 % sejak tahun 2008 hingga Juli 2013. Di periode yang sama, kepemilikan Jepang atas surat utang AS naik menjadi 84 %.
Kalangan pasar memprediksi, jika AS mengalami gagal bayar, predikat surat utang AS akan runtuh dalam seketika. Sebab, tidak saja Jepang dan China yang mengoleksi surat utang AS. Hampir semua Bank Sentral di seluruh dunia menyimpan surat utang AS, sebagai salah satu instrumen cadangan devisa. Para Analis menilai, gagal bayar berpotensi memicu terjadinya pergeseran aset alokasi bagi para pemegang surat utang AS. Bank Sentral akan mengkaji ulang portofolio cadangan devisa mereka yang berbentuk surat utang AS.
Popularitas USD sebagai Safe Haven juga akan terguncang, dan ini akan memicu kenaikan suku bunga acuan AS dan juga akan menimbulkan keguncangan di pasar mata uang global. Hingga saat ini dua kubu politik Di AS masih menemui jalan buntu
Ancaman gagal bayar AS semakin membesar lantaran penghentian operasional AS atau shutdown masih berlangsung hingga sepekan. Peristiwa default terakhir kali menimpa AS pada tahun 1970. Di tahun 2011, AS menghadapi kemelut yang sama. Ketika itu, Kongres menyetujui kenaikan batas atas utang AS pada detik-detik terakhir. Namun saat itu kecemasan para pelaku pasar global sudah menjalar, dan S&P juga menurunkan prospek utang AS dari stabil menjadi negatif. Di tahun 2011 itu ada US$ 6 Triliun lenyap karena kejatuhan serempak indeks saham di seluruh dunia. Saat ini pemerintah AS hanya memiliki kas sekitar US$50 Milliar, kata Menteri Keuangan AS Jack Lew.
Perekonomian global saat ini tengah mengalami ancaman serius yakni penutupan pemerintah AS dan deadlock batasan utang AS. Untuk tetap beroperasi, pemerintah AS membutuhkan agar Kongres menyetujui anggaran belanja untuk tahun keuangan fiskal yang dimulai per 1 Oktober. Namun Partai Republik menahan hal ini yang pada akhirnya berdampak pada penutupan sebagian besar kantor pemerintah. Saat ini Partai republik juga mengancam untuk menolak menaikan batasan plafon utang AS yang saat ini mencapai US$ 16,7 Triliun. Banyak pihak yang berpikir, masalah ini akan dapat diselesaikan dalam jangka pendek. Namun, faktanya baik Presiden Obama dan Partai Republik sama-sama bersikeras tidak akan melakukan negoisasi, jika persyaratan yang mereka ajukan tidak diakomodir.
Jika batasan utang AS tidak dinaikan, maka Kementrian Keuangan AS akan kehabisan dana tunai setelah 17 Oktober. Dan apa yang akan terjadi jika hal tersebut betul-betul terjadi ?
1. Pasar global akan melihat pemerintah AS sebagai pemerintah yang berbahaya dan tidak kompeten.
Menolak untuk menaikan batasan utang AS sangat berbeda secara fundamental dengan memangkas anggaran belanja negara. Hal ini seolah-olah mendorong Kementerian Keuangan melakukan dua hal yang kontradiktif, yakni harus menyediakan ratusan miliar dolar perbulan untuk melakukan pembayaran dan mencegah Kemenkeu untuk meminjam uang, meskipun itu sangat dibutuhkan. Peraturan mana yang harus dilakukan Kemenkeu ? Dan hal ini dipercaya akan merusak kepercayaan pasar.
2. Memaksa pemangkasan anggaran akan mematikan/menghambat proses pemulihan ekonomi.
Selama setahun, Kemenkeu AS meminjam sekitar US$ 1 dari setiap US$ 5 yang digunakan. Sehingga, jika batasan utang tidak dinaikan, maka anggaran yang harus dipotong setara dengan seperlima dari utang saat ini. Bahkan, pemangkasan anggaran dalam jangka pendek harus dilakukan lebih besar lagi karena arus dana yang masuk dan keluar kemenkeu tidak likuid. Pengetatan anggaran ini akan berdampak proses pemulihan ekonomi yang sudah berjalan, apalagi angka pengangguran AS semakin tinggi.
3. Pemerintah AS mungkin gagal membayar utang-utangnya (default)
Beberapa pihak Di Kongres berpikir bahwa pada saat plafon utang AS tidak dinaikan, bukan berarti pemerintah tidak dapat membayar Obligasi senilai US$ 12 Triliun. Padahal, jika pemerintah AS tidak dapat membayar utangnya, maka hal itu akan menyebabkan default yang dapat menyebabkan kegoncangan finansial. Sebelumnya, DPR sudah mengesahkan UU untuk mengijinkan Kementrian Keuangan memprioritaskan pembayaran obligasi. Pelaku pasar sangat menyadari ini, dan ini terlihat dari tingkat yield obligasi negara dengan masa jatuh tempo pada pertengahan Oktober yang sangat tinggi. Hal ini mengindikasikan bahwa biaya jaminan terhadap kemungkinan default utang AS sudah naik dua kali lipat.
4. Default dapat memicu goncangan ekonomi global.
Obligasi AS merupakan pondasi dari sistem finansial AS & Global. Tingkat yield AS merupakan acuan dari tingkat suku bunga pada KPR dan obligasi korporasi. Adanya kecemasan mengenai kemungkinan kegagalan pembayaran utang AS, akan mendorong investor untuk meminta imbal hasil yang lebih tinggi. Hal itu akan menaikan beban kredit untuk semua pihak atau secara bersama-sama membekukan pasar finansial.
5. Masalah fiskal pemerintah AS akan semakin buruk.
Memang benar bahwa keuangan AS lagi mengalami masalah untuk jangka panjang. Namun, saat ini pemerintah AS telah berupaya keras menangani masalah keuangan dalam jangka pendek. Yang menjadi kekhawatiran dan kecemasan investor akan mendongkrak biaya pinjaman pemerintah.
Fakta Aneh Dari Bank Sentral Dunia Terhadap Gold.
====================================
Pimpinan The FED Ben S Bernanke saat ini mengaku bingung dengan pergerakan harga gold. Menurut Ben, jika saja dia dan rekan-rekan satu timnya memperhatikan dengan seksama pergerakan harga gold, mereka kemungkinan akan menghentikan penambahan cadangan emas yang saat ini nilainya sudah terpangkas US$ 545 miliar sejak tertinggi pada tahun 2011 lalu.
Sebenarnya, Ben Bernanke sudah mengungkapkan keheranannya mengenai harga gold pada Juli lalu di hadapan Komite Perbankan Senat. Pada waktu itu, Ben berkata, " Tidak ada satupun yang mengerti pergerakan harga emas dan saya tidak berpura-pura untuk mengerti pula akan hal tersebut ".
Menurut estimasi World Gold Council Di London, bank sentral dunia akan menambah cadangan emas mereka sekitar 350 Ton setara US$ 15 Miliar tahun ini. Pada tahun 2012 yang lalu, pembelian emas oleh bank sentral dunia mencapai 535 Ton, terbesar sejak 1964. Data yang sama menunjukan, bank sentral Rusia merupakan pembeli emas terbesar dengan mencatatkan kenaikan cadangan emas sebesar 20 % sejak harga emas mencapai rekor tertinggi di US$ 1.921,15 per troy ounce pada September 2011. Dan sejak saat itu harga emas sudah turun sebesar 31 %.
Pada saat Bank Sentral membeli emas, maka sebaliknya para investor malah kehilangan kepercayaan terhadap logam mulia tersebut sebagai nilai investasi. Penurunan nilai emas pada exchange traded product mencapai 43 % atau setara dengan US$ 60,4 Miliar tahun ini. Dan hal itu mendorong George Soros untuk menjual emas ETP miliknya tahun ini. Para perusahaan tambang juga mencatatkan penurunan nilai aset mereka setidaknya US$ 26 Miliar tahun ini. Harga gold yang memasuki pasar bearish pada April, sudah mengalami penurunan 21 % menjadi US$ 1.316,28 / troy ounce Di London tahun ini sampai dengan 4 Oktober. Ini merupakan penurunan terbesar sejak 1981. Sebelumnya harga emas sudah naik 6 X lipat setelah mengalami rely selama 12 tahun berturut-turut hingga 2011. Kenaikan harga emas bahkan mengalahkan kenaikan indeks MSCI All Country World Index yang hanya mencatat kenaikan 17 % pada periode yang sama.
Para penentu kebijakan di bank sentral dunia sering salah langkah dalam mengambil keputusan investasi emas yaitu "dengan membeli di harga tinggi dan menjual di harga rendah". Ini terbukti, bank sentral memangkas cadangan emas saat harganya menyentuh level terendah dalam 20 tahun terakhir pada 1999. Padahal, harga emas naik berkali-kali lipat pada 9 tahun berikutnya. Dan menjandi fakta pula, pada saat harga emas menyentuh level tertingginya pada tahun 2011, bank sentral dunia menjadi salah satu pembeli emas terbesar. " Bank sentral memiliki kebiasaan membeli saat Anda seharusnya menjual, serta menjual disaat Anda seharusnya membeli ".
Pasar Gold akan menjadi sangat sulit untuk diprediksi dan terkadang harga emas bisa dipengaruhi oleh faktor emosi daripada faktor fundamental.
Mengapa Tidak Terjadi Kenaikan Yang Berarti Pada Gold ?
=========================================
5 faktor ini secara teoritis seharusnya merupakan perkembangan yang positif untuk emas, yaitu : Shutdown, isu plafon utang, kandidat ketua FED Yellen, ditundanya pengurangan QE dan Perayaan Diwali Di India.
Dengan adanya pemerintah AS melakukan shutdown, jelas bahwa ada ketidakstabilan ekonomi terbesar Di dunia ini. Alih-alih mencari solusi, baik Demokrat maupun Republik justru saling menyalahkan. Tentunya ancaman default ini merupakan dukungan untuk emas. Selama ribuan tahun emas telah menjadi safe haven disaat terjadi ketidakstabilan. Tidak dapat disangkal bahwa masalah shutdown, plafon utang AS ini telah menyebabkan ketidakstabilan, tetapi emas tidak mengalami kenaikan berarti.
Presiden Obama dikabarkan untuk mencalonkan Janet Yellen sebagai Ketua The FED mulai tahun depan. Kandidat Yellen ini positif untuk saham dan obligasi, dan secara teori pula ini sebagai positif untuk emas, karena logam mulia berkorelasi terbalik dengan suku bunga. Namun emas justru mengalami penurunan disaat berita tentang kandidat Yellen ini diberitakan.
Pada pertemuan FOMC 18 September yang lalu, secara mengejutkan FED melanjutkan program QE tanpa mengurangi pembelian obligasi US$ 85 Miliar per bulan, dan ini positif untuk emas. Tetapi emas hanya mengalami bouncing lemah lalu dengan cepat kehabisan tenaga.
Pertemuan FED selanjutnya di bulan Oktober ini, tetapi dibawah bayang-bayang masalah shutdown dan plafon utang, kemungkinan FED melakukan pengurangan program QE sangat kecil. Pertemuan selanjutnya di bulan Desember, dan biasanya tidak ada keputusan penting pada menjelang Natal. Maka kemungkinan, FED melakukan keputusan penting adalah di tahun depan, setelah penggantian ketua The Fed.
India merupakan pembeli terbesar emas di dunia. Sebagian besar itu terjadi pada sebelum perayaan besar Dussehra dan Diwali. Dussehra jatuh pada tanggal 13 dan 14 Oktober serta Diwali pada 3 Nopember.
Dan saat ini juga merupakan musim perkawinan di india. Intinya bahwa ini merupakan waktu untuk tingginya permintaan emas di india. Tetapi ini juga tidak mampu mengangkat harga emas.
Melihat kenyataan tersebut, maka yang paling mungkin adalah saat ini para pedagang tidak memperdagangkan emas pada sisi fundamental. Tetapi emas untuk saat ini sampai diawal tahun depan
diperdagangkan pada segi tehnikal dengan bias DOWNSIDE.
Sekian.
Ditulis Oleh Moh Efendi___Trader PT. Maxco Futures.
Artikel ini bisa didownload >>> disini
=======================================
10 Oktober 2013.
Tahun 2013 masih menjadi tantangan bagi ekonomi dunia. IMF (Dana Moneter International) masih melontarkan nada pesimistis terhadap pertumbuhan ekonomi dunia. IMF memprediksi pertumbuhan ekonomi global di tahun 2013 dan 2014 akan lebih lambat dibandingkan dengan estimasi awal. Yang menjadi penyebabnya adalah drama perdebatan politik Amerika yang memicu terjadinya penghentian operasional
negara atau shutdown dan bisa berujung pada gagal bayar. Maka IMF memangkas pertumbuhan ekonomi dunia di tahun 2013 menjadi 2,9 % dari sebelumnya 3,2 %. Faktor lain yang memicu perlambatan ekonomi dunia yakni kelesuan Di Emerging Markets. IMF juga memotong pertumbuhan ekonomi dunia di tahun 2014
menjadi 3,6 % dari 3,8 %. IMF berkata : " Ekonomi global masih lemah. Ada banyak ketidakpastian yang berpotensi menghambat pertumbuhan ". IMF juga memprediksikan, ada faktor lain yang akan mempengaruhi
perekonomian global adalah pemulihan ekonomi AS dan zona Euro dan ekonomi Jepang positif karena dampak dari resep Abenomics. Nasib ekonomi AS makin hari kian mencemaskan. Bukan cuma AS,
pemerintah Jepang dan China juga ikut cemas mendekati batas akhir Debt Ceiling pada 17 Oktober, karena kedua negara adidaya asia ini merupakan pemegang surat utang AS terbesar, hingga mencapai US$2,4Triliun. Menteri keuangan Jepang mengatakan, pihaknya bersiap mengantisipasi andaikan AS mengalami gagal bayar atau Default. "Jepang menyadari bahwa nilai dari kepemilikan surat utang AS akan menurun jika default". kata Aso. Aso juga menambahkan, akan memasukan isu gagal bayar AS sebagai
agenda pertemuan G 20, pada 10-11 Oktober mendatang. Wakil Menteri Keuangan China, Zhu Guangyao mendesak parlemen AS agar menghindari perdebatan politik untuk mencegah gagal bayar. China memegang surat utang AS sebesar US$ 1,28 Triliun per akhir Juli kemarin. China menyalip posisi Jepang sebagai
pemegang surat utang AS terbesar pada september 2008. Aset China pada surat utang AS tersebut naik drastis sebesar 107 % sejak tahun 2008 hingga Juli 2013. Di periode yang sama, kepemilikan Jepang atas surat utang AS naik menjadi 84 %.
Kalangan pasar memprediksi, jika AS mengalami gagal bayar, predikat surat utang AS akan runtuh dalam seketika. Sebab, tidak saja Jepang dan China yang mengoleksi surat utang AS. Hampir semua Bank Sentral di seluruh dunia menyimpan surat utang AS, sebagai salah satu instrumen cadangan devisa. Para Analis menilai, gagal bayar berpotensi memicu terjadinya pergeseran aset alokasi bagi para pemegang surat utang AS. Bank Sentral akan mengkaji ulang portofolio cadangan devisa mereka yang berbentuk surat utang AS.
Popularitas USD sebagai Safe Haven juga akan terguncang, dan ini akan memicu kenaikan suku bunga acuan AS dan juga akan menimbulkan keguncangan di pasar mata uang global. Hingga saat ini dua kubu politik Di AS masih menemui jalan buntu
Ancaman gagal bayar AS semakin membesar lantaran penghentian operasional AS atau shutdown masih berlangsung hingga sepekan. Peristiwa default terakhir kali menimpa AS pada tahun 1970. Di tahun 2011, AS menghadapi kemelut yang sama. Ketika itu, Kongres menyetujui kenaikan batas atas utang AS pada detik-detik terakhir. Namun saat itu kecemasan para pelaku pasar global sudah menjalar, dan S&P juga menurunkan prospek utang AS dari stabil menjadi negatif. Di tahun 2011 itu ada US$ 6 Triliun lenyap karena kejatuhan serempak indeks saham di seluruh dunia. Saat ini pemerintah AS hanya memiliki kas sekitar US$50 Milliar, kata Menteri Keuangan AS Jack Lew.
Perekonomian global saat ini tengah mengalami ancaman serius yakni penutupan pemerintah AS dan deadlock batasan utang AS. Untuk tetap beroperasi, pemerintah AS membutuhkan agar Kongres menyetujui anggaran belanja untuk tahun keuangan fiskal yang dimulai per 1 Oktober. Namun Partai Republik menahan hal ini yang pada akhirnya berdampak pada penutupan sebagian besar kantor pemerintah. Saat ini Partai republik juga mengancam untuk menolak menaikan batasan plafon utang AS yang saat ini mencapai US$ 16,7 Triliun. Banyak pihak yang berpikir, masalah ini akan dapat diselesaikan dalam jangka pendek. Namun, faktanya baik Presiden Obama dan Partai Republik sama-sama bersikeras tidak akan melakukan negoisasi, jika persyaratan yang mereka ajukan tidak diakomodir.
Jika batasan utang AS tidak dinaikan, maka Kementrian Keuangan AS akan kehabisan dana tunai setelah 17 Oktober. Dan apa yang akan terjadi jika hal tersebut betul-betul terjadi ?
1. Pasar global akan melihat pemerintah AS sebagai pemerintah yang berbahaya dan tidak kompeten.
Menolak untuk menaikan batasan utang AS sangat berbeda secara fundamental dengan memangkas anggaran belanja negara. Hal ini seolah-olah mendorong Kementerian Keuangan melakukan dua hal yang kontradiktif, yakni harus menyediakan ratusan miliar dolar perbulan untuk melakukan pembayaran dan mencegah Kemenkeu untuk meminjam uang, meskipun itu sangat dibutuhkan. Peraturan mana yang harus dilakukan Kemenkeu ? Dan hal ini dipercaya akan merusak kepercayaan pasar.
2. Memaksa pemangkasan anggaran akan mematikan/menghambat proses pemulihan ekonomi.
Selama setahun, Kemenkeu AS meminjam sekitar US$ 1 dari setiap US$ 5 yang digunakan. Sehingga, jika batasan utang tidak dinaikan, maka anggaran yang harus dipotong setara dengan seperlima dari utang saat ini. Bahkan, pemangkasan anggaran dalam jangka pendek harus dilakukan lebih besar lagi karena arus dana yang masuk dan keluar kemenkeu tidak likuid. Pengetatan anggaran ini akan berdampak proses pemulihan ekonomi yang sudah berjalan, apalagi angka pengangguran AS semakin tinggi.
3. Pemerintah AS mungkin gagal membayar utang-utangnya (default)
Beberapa pihak Di Kongres berpikir bahwa pada saat plafon utang AS tidak dinaikan, bukan berarti pemerintah tidak dapat membayar Obligasi senilai US$ 12 Triliun. Padahal, jika pemerintah AS tidak dapat membayar utangnya, maka hal itu akan menyebabkan default yang dapat menyebabkan kegoncangan finansial. Sebelumnya, DPR sudah mengesahkan UU untuk mengijinkan Kementrian Keuangan memprioritaskan pembayaran obligasi. Pelaku pasar sangat menyadari ini, dan ini terlihat dari tingkat yield obligasi negara dengan masa jatuh tempo pada pertengahan Oktober yang sangat tinggi. Hal ini mengindikasikan bahwa biaya jaminan terhadap kemungkinan default utang AS sudah naik dua kali lipat.
4. Default dapat memicu goncangan ekonomi global.
Obligasi AS merupakan pondasi dari sistem finansial AS & Global. Tingkat yield AS merupakan acuan dari tingkat suku bunga pada KPR dan obligasi korporasi. Adanya kecemasan mengenai kemungkinan kegagalan pembayaran utang AS, akan mendorong investor untuk meminta imbal hasil yang lebih tinggi. Hal itu akan menaikan beban kredit untuk semua pihak atau secara bersama-sama membekukan pasar finansial.
5. Masalah fiskal pemerintah AS akan semakin buruk.
Memang benar bahwa keuangan AS lagi mengalami masalah untuk jangka panjang. Namun, saat ini pemerintah AS telah berupaya keras menangani masalah keuangan dalam jangka pendek. Yang menjadi kekhawatiran dan kecemasan investor akan mendongkrak biaya pinjaman pemerintah.
Fakta Aneh Dari Bank Sentral Dunia Terhadap Gold.
====================================
Pimpinan The FED Ben S Bernanke saat ini mengaku bingung dengan pergerakan harga gold. Menurut Ben, jika saja dia dan rekan-rekan satu timnya memperhatikan dengan seksama pergerakan harga gold, mereka kemungkinan akan menghentikan penambahan cadangan emas yang saat ini nilainya sudah terpangkas US$ 545 miliar sejak tertinggi pada tahun 2011 lalu.
Sebenarnya, Ben Bernanke sudah mengungkapkan keheranannya mengenai harga gold pada Juli lalu di hadapan Komite Perbankan Senat. Pada waktu itu, Ben berkata, " Tidak ada satupun yang mengerti pergerakan harga emas dan saya tidak berpura-pura untuk mengerti pula akan hal tersebut ".
Menurut estimasi World Gold Council Di London, bank sentral dunia akan menambah cadangan emas mereka sekitar 350 Ton setara US$ 15 Miliar tahun ini. Pada tahun 2012 yang lalu, pembelian emas oleh bank sentral dunia mencapai 535 Ton, terbesar sejak 1964. Data yang sama menunjukan, bank sentral Rusia merupakan pembeli emas terbesar dengan mencatatkan kenaikan cadangan emas sebesar 20 % sejak harga emas mencapai rekor tertinggi di US$ 1.921,15 per troy ounce pada September 2011. Dan sejak saat itu harga emas sudah turun sebesar 31 %.
Pada saat Bank Sentral membeli emas, maka sebaliknya para investor malah kehilangan kepercayaan terhadap logam mulia tersebut sebagai nilai investasi. Penurunan nilai emas pada exchange traded product mencapai 43 % atau setara dengan US$ 60,4 Miliar tahun ini. Dan hal itu mendorong George Soros untuk menjual emas ETP miliknya tahun ini. Para perusahaan tambang juga mencatatkan penurunan nilai aset mereka setidaknya US$ 26 Miliar tahun ini. Harga gold yang memasuki pasar bearish pada April, sudah mengalami penurunan 21 % menjadi US$ 1.316,28 / troy ounce Di London tahun ini sampai dengan 4 Oktober. Ini merupakan penurunan terbesar sejak 1981. Sebelumnya harga emas sudah naik 6 X lipat setelah mengalami rely selama 12 tahun berturut-turut hingga 2011. Kenaikan harga emas bahkan mengalahkan kenaikan indeks MSCI All Country World Index yang hanya mencatat kenaikan 17 % pada periode yang sama.
Para penentu kebijakan di bank sentral dunia sering salah langkah dalam mengambil keputusan investasi emas yaitu "dengan membeli di harga tinggi dan menjual di harga rendah". Ini terbukti, bank sentral memangkas cadangan emas saat harganya menyentuh level terendah dalam 20 tahun terakhir pada 1999. Padahal, harga emas naik berkali-kali lipat pada 9 tahun berikutnya. Dan menjandi fakta pula, pada saat harga emas menyentuh level tertingginya pada tahun 2011, bank sentral dunia menjadi salah satu pembeli emas terbesar. " Bank sentral memiliki kebiasaan membeli saat Anda seharusnya menjual, serta menjual disaat Anda seharusnya membeli ".
Pasar Gold akan menjadi sangat sulit untuk diprediksi dan terkadang harga emas bisa dipengaruhi oleh faktor emosi daripada faktor fundamental.
Mengapa Tidak Terjadi Kenaikan Yang Berarti Pada Gold ?
=========================================
5 faktor ini secara teoritis seharusnya merupakan perkembangan yang positif untuk emas, yaitu : Shutdown, isu plafon utang, kandidat ketua FED Yellen, ditundanya pengurangan QE dan Perayaan Diwali Di India.
Dengan adanya pemerintah AS melakukan shutdown, jelas bahwa ada ketidakstabilan ekonomi terbesar Di dunia ini. Alih-alih mencari solusi, baik Demokrat maupun Republik justru saling menyalahkan. Tentunya ancaman default ini merupakan dukungan untuk emas. Selama ribuan tahun emas telah menjadi safe haven disaat terjadi ketidakstabilan. Tidak dapat disangkal bahwa masalah shutdown, plafon utang AS ini telah menyebabkan ketidakstabilan, tetapi emas tidak mengalami kenaikan berarti.
Presiden Obama dikabarkan untuk mencalonkan Janet Yellen sebagai Ketua The FED mulai tahun depan. Kandidat Yellen ini positif untuk saham dan obligasi, dan secara teori pula ini sebagai positif untuk emas, karena logam mulia berkorelasi terbalik dengan suku bunga. Namun emas justru mengalami penurunan disaat berita tentang kandidat Yellen ini diberitakan.
Pada pertemuan FOMC 18 September yang lalu, secara mengejutkan FED melanjutkan program QE tanpa mengurangi pembelian obligasi US$ 85 Miliar per bulan, dan ini positif untuk emas. Tetapi emas hanya mengalami bouncing lemah lalu dengan cepat kehabisan tenaga.
Pertemuan FED selanjutnya di bulan Oktober ini, tetapi dibawah bayang-bayang masalah shutdown dan plafon utang, kemungkinan FED melakukan pengurangan program QE sangat kecil. Pertemuan selanjutnya di bulan Desember, dan biasanya tidak ada keputusan penting pada menjelang Natal. Maka kemungkinan, FED melakukan keputusan penting adalah di tahun depan, setelah penggantian ketua The Fed.
India merupakan pembeli terbesar emas di dunia. Sebagian besar itu terjadi pada sebelum perayaan besar Dussehra dan Diwali. Dussehra jatuh pada tanggal 13 dan 14 Oktober serta Diwali pada 3 Nopember.
Dan saat ini juga merupakan musim perkawinan di india. Intinya bahwa ini merupakan waktu untuk tingginya permintaan emas di india. Tetapi ini juga tidak mampu mengangkat harga emas.
Melihat kenyataan tersebut, maka yang paling mungkin adalah saat ini para pedagang tidak memperdagangkan emas pada sisi fundamental. Tetapi emas untuk saat ini sampai diawal tahun depan
diperdagangkan pada segi tehnikal dengan bias DOWNSIDE.
Sekian.
Ditulis Oleh Moh Efendi___Trader PT. Maxco Futures.
Artikel ini bisa didownload >>> disini





